Kisah Mbah Limin dan Mbah Sungep Merintis Tarawih Keliling untuk Membendung Misionaris

Mungkin belum banyak yang tahu kalau berkembangnya NU di Argomulyo itu tak lepas dari perjuangan tokoh dari ranting Ledok. Dua tokoh yang disebutkan dalam judul artikel ini bisa dibilang sebagai muasis NU Argomulyo. Keduanya dari ranting Ledok. Siapakah beliau? 

Foto KH. Muslimin Al Asy'ari (kiri), Mbah Sungep (kanan)

KH. Muslimin Al Asy'ary adalah Rois Syuriah pertama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Argomulyo. Kedua adalah mbah Sungep yang merupakan ketua Tanfidziyah ketiga MWCNU Argomulyo. 

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat kesempatan untuk sowan mbah Sungep bersama sahabat Faozan yang saat ini menjabat sebagai ketua Unit Pengelola Zakat, Infaq, dan Shadaqah (UPZISNU) MWCNU Argomulyo. Banyak kepingan kisah perjuangan para pendahulu yang baru kami dengar di sana.

Salah satu kisah yang paling membuat takjub adalah perjuangan beliau berdua menginisiasi tarawih keliling. "Pokoke angger bar maghrib, mbah Limin moro-moro wis tekan kene nyeluki aku diajak tarawih keliling. 'Ngep... sungep.. ayo budhal' diceluki ko pinggir dalan kono karo gowo Vespane kae" kisah mbah Sungep. Setelah itu, mbah Sungep dibonceng mbah Limin untuk tarawih keliling (tarling) menggunakan Vespa andalan mbah Limin. 

Waktu itu, menurut informasi akan ada gerakan  misonaris besar-besaran di Argomulyo. Sehingga mbah Limin langsung terjun ke masyarakat dengan menginisiasi tarling untuk membendung gerakan tersebut. "Wah mbah Limin semangate masya Allah tenan" kenang mbah Sungep. 

Ranting Randuacir menurut kisah beliau paling  berat. Gerakan misionarisnya cukup kuat di sana. Disamping itu, medan jalannya juga masih bebatuan licin. Belum semulus sekarang. "Pokoke aku diboncengke yo wes pasrah karo gujengan sing kuat" kata mbah Sungep.

Selain semangat perjuangan, yang patut dicontoh dari beliau adalah keistiqomahannya dalam menjalankan program atau kegiatan. Menurut mbah Sungep, sejak saat itu, kegiatan tarling diadakan rutin setip bulan ramadhan. Hasilnya memang sangat efektif untuk menangkis gerakan misionaris yang terjadi waktu itu.

Post a Comment

Previous Post Next Post